POV II : The Absurdness of Idealities vs The Fusion of The Vision

Posted: April 13, 2009 in life

“Tong kosong nyaring bunyinya..”

“Tong hampa tak bersuara..”

Manakah yang benar dari 2 pernyataan di atas..??

Secara logika, kondisi kosong atau hampa merupakan kondisi dmana gelombang suara tidak dapat merambat sempurna..

Orang2 yang berpijak pada dunia sains seharusnya membuang jauh2 quote pertama dan memakai quote kedua..

Lain cerita ketika semua orang telah memiliki definisi yang sama tentang “kosong”

Ideal, sebuah kondisi yang mungkin sampai sekarang masih menjadi pertanyaan besar dalam benak manusia. Paling gak hal itulah yang sekarang terjadi padaku. Aku melihat Ideal sama absurdnya dengan quote di atas. Apakah kondisi ideal yang diagung2kan umat manusia itu benar2 ada pada tataran relatif??

Apakah ideal hanya antonim dari kata “tidak ideal” semata?

Apakah Ideal adalah kondisi R square = 1?

Apakah ideal adalah kondisi estimasi = ekspektasi??

Apakah ideal adalah kondisi terang tanpa gelap??

Apakah ideal adalah kondisi dmana terang dan gelap berjalan dalam keseimbangan??

Apakah ideal adalah kondisi hujan tanpa kemarau?

Apakah ideal adalah kondisi dimana hujan dan kemarau datang silih berganti..??

Apakah ideal adalah kondisi dimana bumi hanya diisi orang kaya??

Apakah ideal adalah kondisi dimana orang kaya dan miskin saling tolong menolong??

Apakah ideal adalah kondisi dimana bumi hanya tempat untuk orang2 pintar? Apakah ideal adalah kondisi dimana yang pintar dan yang tidak pintar berbagi satu sama lain??

Apakah ideal adalah kondisi dimana tiap orang mendapatkan sesuatu sesuai dengan porsinya??

(1W+0H)

Sesuai dengan penyusun kata “ideal” itu sendiri, tiap2 kita harus menyatakan “I deal!!” supaya kita dapat memberikan jawaban yang sama atas pertanyaan di atas. Dengan kata lain, kita harus melihat dari sisi yang sama pada frame yang sama .Paling gak dengan cara demikian kita bisa memperkecil tingkat ke-absurd-an yang ada.

Sementara di lain sisi Ideal bisa jadi diartikan kondisi yang “adil” buat smua orang.. Walaupun demikian, tingkat ke-absurd-an itu sendiri tidak akan pernah hilang. Ada variable waktu dan kondisi yang mempengaruhinya (asumsi : Absurdness fungsi dari 2 variabel)

(Waktu Sekarang,Kondisi Sekarang) adalah koordinat dimana definisi Ideal berada saat ini. Ordinat Kondisi dapat kita buat sedemikian rupa. Namun absis Waktu sepertinya adalah komponen yang hanya bisa kita terima tanpa bisa diubah.

Pertanyaan berikutnya.. Ketika Ideal adalah sesuatu yang absurd.. Lantas bagaimanakah dengan Idealisme??

Apakah Idealisme juga merupakan fungsi dari variable, yang bisa berubah suatu saat??

Apakah suatu saat ke-absurd-an definisi ideal akan menjadi pembenaran bagi kita untuk menjadi penghianat idealisme??

Dan masih banyak pertanyaan lainnya yang hanya akan tinggal menjadi pertanyaan ketika kita tidak berusaha mencari jawabannya..

Tiap kita bisa menjadi Einstein buat diri kita..

Tiap kita bisa menjadi Leonardo da Vinci buat diri kita..

Tiap kita bisa menjadi Mario Teguh buat diri kita..

Tiap kita bisa menjadi Soekarno buat diri kita..

Tiap kita bisa menjadi orang hebat buat diri kita sendiri..

Apakah tiap kita bisa menjadi orang hebat buat orang lain??

Mari sama2 kita cari dan temukan jawabannya kawan….

Comments
  1. kangmas toro says:

    need aspirin immediately…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s