Konsepsi Berdiri di Tengah

Posted: May 13, 2009 in ITB, life

Bukannya mau narsis sama pemikiran ni ya..tapi cuma ngerasa gatal aja kalo ada sesuatu di left unsaid..Mungkin kalo diceritain bisa tambah jelek..tapi klo didiemin juga demikian.. Trus kalo kemungkinan hasilnya sama2 jelek, aku jadi mikir mending di share aja.. Jadi kita semua tau kondisinya..(sama2 enak). Paling gak ada feedback pemikiranlah ketika aku salah..

Memang dituntut sebuah sensitivitas dsini.., tapi ya jangan sensi2 kali juga sih..(karena kata temenku mirip pantat bayi..>terlalu sensitif..Hahaha.. ) Mudah2an pemikiran kita gak pernah mati, demikian juga dgn perbuatan kita.. Paling gak ya perbuatan yang dapat mengevaluasi diri kita sendiri.., terutama diri aku sendiri..

Sebenarnya yang mau aku sampaikan di sini adalah sebuah pemikiran2 tololku yang terkadang aku ceritakan pada teman ketika kami sedang makan, sedang berfesbuk dan bahkan sedang kuliah di kelas..(jangan dtiru)..

Pemikiran yang terkadang tolol dan menjadi lucu di benak kita masing2.. Tapi apa jadinya kalo ketololan cuma dijadiin hal yang lucu?? Kapan pencerdasannya dong?? Haha..Inilah serunya kalo jadi mahasiswa..mau debat kusir juga nyante aja..Mw diketawain sok..entar balas ketawain balek..Disepet sok..,Mw dibalas bagus mw ditahan gapapa..Tapi ada satu hal yang gak bisa dibantah..Semua itu harusnya menjadikan kita kuat secara mental dan pikiran..Inilah yang membuatku senang menjadi seorang mahasiswa.

Aku senang kalo ternyata pemikiranku ada yg ngebantah.. Biarlah mata ini terkadang menjadi merah satu sama lain.. Biarlah hati ini terkadang terasa sakit dengar ucapan pedas teman2.. Tapi setelah dipikirin ni yg ngomong teman..hati kembali menjadi tenang.. Apalagi kalo ditutup dengan ketawa ama cengar-cengir.. Baru nyadarlah betapa lebay dan labil nya tadi kita.. Haha..

Kondisi2 seperti ini yang mungkin akan kita semua rindukan ketika kita sudah terjun di dunia nyata nanti.. Terus terang memang gak selamanya kondisi ini tercipta dan berjalan sempurna.. Aku pernah menemukan kondisi dimana temanku ngomong seperti ini : “Aku gak mau dengar!!, kuping..kuping aku!!” Well..akupun cukup tau aja sama kondisi ini.. Kalo temenku yang kumaksud baca..no offense ya Bro.. Kalo gak ya buat instropeksi buat diri aku aja…

Yang aku pikirkan dan aku tanyakan (terkadang pada diri sendiri ) adalah sebenarnya posisi kita itu harusnya dimana sih?? Berada di tengahkah?? Atau memilih suatu kubu?? Aku menjadikan peran mahasiswa yang konon katanya adalah penjaga nilai tetapi juga menjadi agen perubahan sebagai landasan pemikiranku.. Trus pemikiranku selanjutnya adalah.. Apakah kita harus memilih atau tidak harus memilih?? Memilih berarti mengambil salah satu.. Tidak memilih berarti bisa ada 2 kemungkinan : 1. Tidak mengambil dua2nya 2. Mengambil dua2nya, lalu kemudian mengaturnya sedemikan rupa Trus kelanjutannya adalah apakah ketika kita memilih untuk mengatur kedua2nya..tiap2 kita harus bisa jadi org yang mengaturnya dalam diri masing2…?? Terdengar seperti inkonsistensi,munafik, moderat, labil, berkepribadian ganda, dualisme dan tidak berprinsip ya..

*pusing

Hingga, aku sepakat pada pernyataan, ternyata emang susah kalo harus bisa mengatur 2 sifat yg “terdengar” bertentangan dalam satu jiwa.. Mau gak mau pasti kau harus mendominasi salah satu.. Susah menemukan kondisi 50:50.. Paling banter 49:51 (pendapat temenku). Kalo dipikir betul juga sih.. Tiap pribadi manusia adalah pribadi yang unik satu sama lain dengan kompetensi yang berbeda.. Berarti solusinya adalah sebuah sistem yang bisa mengatur keunikan2 ini sedemikian rupa sehingga terjadi sebuah dinamika dan harmoni atas kelangsungan hidup perbedaan2 tadi… (Terdengar lebay jg sih aku ngomongnya..) Tapi menurutku hal itu paling gak terdengar konkret untuk saat ini.. Caranya bisa macam2..tetapi yang terpenting dari semua itu adalah kontinuitasnya..

Kesimpulanku.. Mahasiswa itu makhluk “diantara”.. Diantara Makhluk Individu dan Makhluk Sosial.. Diantara Masyarakat dan Pemerintah.. Diantara Anchestor dan Inventor.. Diantara Sejarah dan Masa Depan.. Diantara Memilih dan Mengatur.. Diantara Maen Aman dan Cari Mati.. Diantara Pesimis dan Optimis.. Diantara Subjektifitas dan Objektifitas.. Diantara Rendah Hati dan Tinggi Hati.. Diantara Deduksi dan Induksi.. Diantara Generalisasi dan Spesialisasi. Diantara Gelap dan Terang.. Diantara Hitam dan Putih.. Diantara Transformasi dan Kehilangan Jati Diri.. Diantara Sus dan Sante..Dan Diantara-diantara lainnya.. Hidup Mahasiswa !!!

Comments
  1. kez says:

    Akhirnya ada juga yang sependapat sama gw soal posisi mahasiswa… Kita emang manusia “tengah” dho, dan yang harus kita lakukan emang bukan memihak sebuah kubu, tapi menyadari suatu keadaan situasional-kontekstual yang bener-bener memfasilitasi 2 keadaan atau 2 sudut pandang yang berbeda sehingga bener-bener dicapai sebuah keadaan yang baik.

    Kebenaran tidak pernah memihak kan? Maka itu kalo kita melakukan suatu hal yang benar, memang terkadang tidak perlu memihak.. wkwkwkw
    CMIIW..

    Nice post bro..

  2. silenceraloner says:

    Diantara netral dan independent kah??
    Hahaha…

    Sep2..thx buat masukannya kez!!

  3. kangmas toro says:

    ed,yang gw tangkep dari manuskrip lu di atas.. mahasiswa == banci.. soalnya lu pake istilah di antara sihh(banci jg di antara lho).. hahaha.. maksud lu fleksibel kalee(inget,banci gk fleksibel)..:p

    kuliah ed,jangan ngobrol mulu… hahaha..
    copacabana!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s