POV III : A Father’s Story, An Executioning

Posted: July 8, 2009 in life

Kebetulan cerita ini memang cerita yang aku dapat dari ayahku, cerita yang aku sendiri gatau darimana beliau mendapatkannya..
Ini cuma re-story, semoga bermanfaat..

******************************
Dahulu kala tersebutlah cerita seorang ayah, saudagar kaya raya dengan 2 orang anak lelakinya. Suatu waktu di ujung sisa usianya, sampailah sang ayah pada masa di mana dia harus menyampaikan wasiat terakhirnya. Dikumpulkanlah kedua anaknya ini guna menunaikan keinginannya tersebut. Kedua anaknya pun menyanggupinya.

Kepada kedua anaknya, sang ayah mewariskan harta dan wasiat pada kadar yang sama. Berikut petikan wasiat beliau :

“Anak-anakku, bila aku mati nanti dan kalian ingin mengikuti jejakku (sebagai seorang saudagar) maka peganglah 2 wasiatku ini.., Pertama, makanlah setiap hari dalam hidupmu seratus ekor ikan. Kedua, selama masa perniagaanmu, jangan biarkan sinar matahari menyentuh kulitmu. Untuk itu,aku telah mewariskan kekayaanku pada kalian.. semoga kalian menjadi orang yang sukses.”

Sesaat setelah menyampaikan wasiat tersebut, sang ayahpun menghembuskan nafas terakhirnya. Kedua orang anaknya hanya bisa menerima dengan pasrah kepergian ayah mereka tersebut.

Seiring dengan berjalannya waktu, kedua anak ini pun tumbuh besar dan dewasa. Guna melanjutkan karir sang ayah, kedua orang anak ini pun akhirnya memutuskan untuk merantau. Mereka pergi ke tempat yang jauh dari desa mereka,terpisah satu sama lain. Dengan modal harta warisan dan wasiat yang diberikan oleh ayah mereka..dimulailah kegiatan perniagaan oleh masing-masing mereka.

Setelah terpisah dalam kurun waktu yang sangat lama, akhirnya bertemulah dua orang bersaudara ini pada satu kesempatan.
Alangkah terkejutnya anak yang pertama ketika melihat saudaranya..dia menemukan sang adik dalam kondisi yang memprihatinkan, bajunya kotor dan compang camping, tubuhnya dekil dan kurus kering. Lalu bertanyalah sang kakak pada adiknya..

Kakak : “Wahai adikku, kenapa gerangan denganmu hingga kau bisa menjadi seperti ini??”

Adik : “Aku gagal dalam perniagaanku,Kak..aku jatuh miskin dan tiada lagi harta bendaku selain yang menempel di tubuh ini”

Kakak : “Bukankah engkau telah beroleh warisan dan wasiat yang sama denganku”

Adik : “Iya Kak, aku telah menjalankan segalanya sesuai dengan yang ayah wasiatkan, namun entah kenapa aku tetap gagal dalam perniagaanku..”

Kakak : “hmmm….”

Akhirnya sang kakak membawa adiknya yang malang tersebut ke rumahnya. Diberikannya pakaian dan makanan yang layak pada si adik. Sang adik tak kalah terkejutnya ketika melihat rumah sang kakak yang begitu mewah, taman yang luas dan indah, membuatnya penasaran. Akhirnya bertanyalah sang adik pada kakaknya ini mengenai rahasia sukses perniagaannya.
“Aku hanya menjalankan wasiat Ayah”, Jawab sang kakak.

Rasa penasaran sang adik ternyata tidak terjawab oleh jawaban kakak tersebut.
******************************
Penasaran??
Hmm..berikut ini adalah apa yang sebenarnya terjadi.

Untuk wasiat yang pertama..
Sang kakak memakan 100 ikan teri setiap hari dalam hidupnya, sementara sang adik memakan 100 ikan tuna.

Untuk wasiat yang kedua..
Sang adik membangun jalan lengkap dengan atap di atasnya, pada setiap rute perniagaan yang dilaluinya. Sementara sang kakak hanya membeli sebuah payung, berangkat pada waktu dini hari dan balik dari perniagaan di kala gelap.

Cerita di atas sebenarnya hanya untuk menggambarkan bahwa ternyata satu mandat yang sama bisa dieksekusi berbeda-beda dikarenakan oleh sudut pandang yang tidak sama (lebih tepatnya pemaknaan yang berbeda).

Terlepas dari mana yang benar atau salah,tiap orang hanya akan menerima buah hasil dan akibat dari pemaknaannya terhadap sesuatu..

Semoga kita semua sama2 bisa belajar menjadi orang yang bijak (hakim), mampu mengambil makna (hikmah) dari segala yang kita lihat, kita dengar, dan kita alami.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s