Beberapa Hal Tidak Cerdas dalam Kegiatan Berlalu-lintas

Posted: March 12, 2010 in Ndak Jelas (Blurry)
Tags:

To the point aja, postingan saya kali ini akan bercerita tentang beberapa permasalahan transportasi di Indonesia terkait perilaku (behaviour) para pengguna sarana dan prasarana transportasi.

Masalah :
1.Modifikasi tidak tepat guna mengorbankan fungsi dan keamanan
Contoh :
– Mencabut kaca spion (motor) – memperbesar blind spot
– Mengganti knalpot standar dengan knalpot custom yang tidak memenuhi standar emisi dan bunyi (motor)
– Mengganti lampu belakang dengan lampu berwarna putih atau kuning yang mengganggu penglihatan pengendara kendaraan bermotor di belakangnya

2.Perilaku berlalu lintas
– Pergerakan/maneuver tiba-tiba dalam perpindahan lajur (tidak menyalakan lampu seins, berhenti tiba-tiba, dsb)
– Kecepatan di bawah rata-rata tidak pada jalur lambat
– Tidak ada toleransi dalam berbagi jalan, akibatnya macet
– Pejalan kaki ibarat warga negara kelas 3
– Jarak aman antar kendaraan yang minim
– Kesadaran diri kurang – salah tidak ngaku, tidak taat rambu
– Penyebrang jalan tidak pada tempatnya (minim fasilitas kali ya??)
– Penyebrang jalan autis dengan gadgetnya, ga liat kiri kanan ( ga sayang nyawa)
– Pengguna mobil dan bahkan motor ga sungkan2 make hape pas berkendara
– Pembalap2 dadakan yang emosinya gampang kepancing..hehe
– Penggunaan perlengkapan keamanan alakadarnya, helm, seatbelt cuma formalitas
– Membawa barang maupun penumpang overload, kadang mobil bak terbuka untuk barangpun dipakai untuk membawa manusia. Kalo pas lebaran dipake buat bawa sapi ama kebo..hahaha
Ga etis ngomong masalah ga nyebut solusi. Simply in my stupid mind, solusi pertama yang paling garing dan basi dari semua permasalahan ini adalah :
a.Law enforcement
Kita juga udah tau kalo supremasi atau penegakan hukum atau apalah nama cerdasnya, terkadang cuma teori minus aplikasi. Intinya kembali ke kesadaran dan penumbuhan mental yang tegas terhdap penegakan norma dan peraturan.

b.Penumbuhan etika publik
Bercermin pada orang luar yang memiliki sense of order (rasa keteraturan), mestinya sebagai negara dengan kemajemukan yang sangat besar harus memiliki rasa ini (judul lagu). Toleransi di jalan raya seperti barang mahal dan langka. Mentalitas ingin menang sendiri menjamur. Sopan di tempat public seperti jalan bukanlah sebuah hal yang diagungkan. Saya rasa ini adalah aplikasi hukum rimba jilid 2, kill or to be killed, makan atau dimakan. Jadi kalo ente lagi di jalan, siapa yang berani ya dia yang nguasai jalan. Perkara keselamatan diri dan orang lain urusan nomor 17. Gak ada win-win solution, adanya kalah atau menang, hidup atau mati. Solusi ini hanya bisa ditanamkan pada tiap pribadi dengan menumbuhkan rasa malu dan benci pada diri sendiri ketika tidak mampu menaati peraturan (formal) dan menghormati orang lain (non formal). Jangan salahkan kondisi.Tanyakan pada diri, apakah kita orang yang beradab di jalan atau orang yang biadab di jalan??

c.Pengembangan infrastruktur dan sistem terintegrasi
Buat hal yang satu ini, silahkan tanya pada ahlinya.

Ditulis untuk perilaku berlalulintas Indonesia yang lebih baik..even saya akui saya juga bukanlah pengendara kendaraan yang baik selama ini.Hehe.. CMIIAW

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s