JALAN DAN SEBUAH PEMAKNAAN

Posted: April 3, 2010 in agama, civil engineering, life
Tags: ,

Jalan ke kosan saya pun tak mulus

Jalan (sebagai kata benda) saya artikan secara bebas sebagai lintasan untuk tempat bergerak dari tempat asal ke tempat tujuan. Tempat asalnya adalah dunia yang fana ini, dan tujuannya adalah kehidupan yang kekal di akhirat nanti.

Dalam pencapaian tujuan, moda-moda yang bergerak pada suatu jalan mesti menghadapi berbagai kemungkinan bahaya yang ada di jalan. Entah itu,jalan “crispy”, jalan beralur, jalan berlubang, pohon tumbang, sampai perilaku berkendara pengemudi lain yang tidak selamanya sesuai keinginan kita. “Sang Pemilik Jalan” sebenarnya sudah mendesain jalan sedemikian rupa demi keselamatan kita, ada regulasi/ undang-undang, ada marka jalan, tetapi sayang hanya beberapa dari pengendara moda yang mematuhinya. Parahnya, ada juga yang sudah tidak menaati, Eh, malah turut andil merusak berbagai rambu, menodai marka-marka kebutuhan publik tersebut dengan tindakan vandalisme mereka.

Dalam kegiatan ber-jalan, kita tidak pernah sendiri. Ada berbagai pihak yang juga terlibat, ada pengendara lain, ada pejalan kaki, dll. Saling mengarhagai dan menghormati mutlak dibutuhkan, karena jalan ini bukan milik kita sendiri. Adakala kendaraan lain menyalip kita, adakalanya kita menyalip kendaraan lain. Adakalanya kita harus mengalah , memberi kesempatan bagi penyeberang jalan untuk melintas. Butuh kelapangan hati dan kekuatan mental untuk melakukan ini.

Namun sayang, terkadang regulasi dan marka-marka jalan tersebut kita abaikan demi kepentingan hawa nafsu kita, salip sana-salip sini, mengambil jalur kendaraan arah berlawanan, melibas garis putih tidak terputus di tengah ruas jalan, yang pada akhirnya membahayakan diri kita sendiri dan orang lain. Tidak sedikit juga pengguna jalan bahkan melanggar area one way, di mana jelas-jelas terdapat marka “forbidden” di depannya.

Begitu juga halnya dengan kehidupan, tidak selamanya jalan yang kita tempuh adalah jalan yang mulus, tidak selamanya jalan yang kita tempuh adalah jalan yang lurus, tidak selanya jalan yang kita tempuh adalah jalan yang datar. Kerap kita temui aral melintang dalam setiap sendi kehidupan kita, kerap kita temui jalan berliku nan berbahaya, dan bahkan kerap kita temui tanjakan nan terjal.

Tetapi Sang Pemilik Jalan sebenarnya telah memprediksikan hal tersebut, sehingga lahirlah “Undang-undang” yang semestinya menjadi pedoman dalam pencapaian tempat tujuan. Sayangnya, kita terkadang gak ngeh dengan undang-undang ini, kita lebih memilih mengikuti hawa nafsu kita. Anjuran kecepatan yang mestinya mengatur bagaimana kadar kita menghadapi suatu permasalahan dilihat sebelah mata. Marka yang begitu jelas di depan mata diabaikan. Area “Forbidden” yang jelas-jelas berbahaya, dimasuki tanpa rasa bersalah. Akibatnya, kecelakaan menjadi penyesalan yang tak terelakkan.

Undang-undang ini juga mengatur bagaimana cara kita bersikap di dalam hidup. Bagaimana kita menjalin silaturahmi dengan sesama, bagaimana kita menghargai dan menghormati orang lain. Bagaimana kita menyikapi kondisi di-mana ada orang yang memperoleh nikmat lebih dari kita dan begitu banyak bagaimana-bagaimana lainnya. Nafsu kembali menggeliat, sesaat ketika undang-undang ini dianggap “tidak manjur”. Walhasil, banyak yang mencari jalan pintas yang salah, menyerobot jalur yang menjadi hak orang lain. Tragis memang, padahal kebutuhan transportasi hanyalah kebutuhan turunan. Begitu juga harta dan jabatan, semuanya bukanlah tujuan hakiki, mereka hanyalah tools (jalan) yang akan membawa kita ke sisi Sang Pencipta yang mulia.
Semoga kita semua ditunjuki dan dibimbing pada jalan yang lurus.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s