Topeng dan Pencitraan

Posted: April 15, 2010 in agama, life
Tags: ,

Sebelum membaca tulisan saya, tolong doakan saya menjadi orang yang dapat mempertanggungjawabkan setiap perkataan dan tulisan saya ini.

Ada banyak lubang di jalan kita menuju tujuan akhir. Salah satu lubang yang paling sering kita temui adalah penilaian orang lain terhadap kita. Kerap kali kita terperosok menjadi diri kita yang kita sendiri terkadang tidak nyaman dengan kondisi tersebut hanya demi untuk mendapatkan tempat tertinggi di mata manusia. Niat semacam ini tidak pernah kekal adanya, pencitraan hanyalah kebutuhan praktis yang bersifat sementara…semestinya hanya niat karena Allah sajalah yang menjadi landasan dari semua perbuatan dan tindak tanduk kita.

Pencitraan kini seolah menjadi kebutuhan hidup. Pencitraan bahkan dapat mengalahkan kompetensi mumpuni yang tak tercitrakan. Pencitraan ibarat branding/label yang sangat dipengaruhi permintaan pasar.

Pencitraan bisa bermacam-macam, semuanya berasal dari rasa, rasa ingin dipandang kaya, rasa ingin dipandang pintar, rasa ingin dipandang rupawan, rasa ingin dipandang bijaksana, rasa ingin dipandang alim, rasa ingin dipandang bersahaja dan bahkan rasa ingin dianggap tawaduk (rendah hati) oleh orang lain. Lantas bagaimana kehausan diri kita terhadap penilaian Allah??

Ibarat hamba sahaya yang tidak tahu diri kemudian memakai jubah dan mahkota Tuannya. Semua atribut di dunia ini hanyalah titipanNya, kenapa kita harus sibuk dengan pencitraan? Kenapa harus sombong? Kenapa harus riya?, Dia dapat mencabut dan membolak-balik hati dan pikiran manusia kapan saja dia mau, menghinakan siapa yang ingin Dia hinakan dan memuliakan siapa yang ingin Dia muliakan. Serahkan semua penilaian kepada-Nya, niscaya penilaian dunia yang tidak ada artinya ini juga akan mengikuti kemudian.

Haus akan penilaian manusia hanya akan menggiring kita pada kesombongan (takabur), riya dan kemunafikan. Tindakan yang pada akhirnya mengarahkan kita pada pemikiran sempit dan dangkal dalam melihat visi hidup sesungguhnya. Penilaian Allah-lah justru yang mesti kita kejar. Cukuplah Dia bagi kita. Biarkan orang berkata apapun, toh Khafilah tetap berlalu kan?
So, Selamat tinggal penilaian manusia..

pic source

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s