HACHIKO : Kisah Keteladanan Seekor Anjing Akita

Posted: May 23, 2010 in film
Tags: , ,


Tulisan ini bukanlah sekuel dari tulisan saya beberapa waktu yang lampau tentang anjing.
Tapi tulisan ini adalah review dari salah satu film yang sempat saya tonton di sela-sela kesibukan TA akhir-akhir ini. Terima kasih kepada Mas Bagus yang udah ngasih saya filenya. Hehe..

Film HACHIKO yang akan saya review di sini adalah film Hachiko versi Hollywood dengan Richard Gere sebagai aktor utamanya (selain versi Jepang). Film yang diangkat berdasarkan kisah nyata ini, menceritakan tentang bagaimana kesetiaan seekor anjing akita bernama Hachi (dari bahasa Jepang yang berarti angka 8) yang selalu setia menunggu tuannya kembali di stasiun kereta api. Kisah ini berlanjut bahkan hingga 9 tahun setelah tuan Hachi meninggal dunia (dalam film ini Profesor Wilson).

Hachi kecil ditemukan oleh sang professor berkeliaran di sekitar stasiun kereta api. Karena rasa iba, anjing yang tadinya tercecer ini dibawa oleh sang professor ke rumahnya. Berbagai upaya telah ia lakukan demi mencari tuan sebenarnya dari si anjing, tetapi upayanya tidak membuahkan hasil. Tentangan dari istri profesor sempat menjadi masalah pada awalnya. namun seiring berjalannya waktu keluarga Wilson dapat menerima keberadaan Hachi di rumah mereka. Anjing yang akhirnya jadi pelengkap kebahagian keluarga sang professor.

Sekilas tidak ada yang istimewa dari sosok anjing bernama Hachi ini. Dia bukan anjing cerdas dengan kemampuan berbagai macam keahlian olahraga di serial film anjing, ”Buddy”, dia juga bukan anjing pelacak milik polisi dengan kemampuan mengendus barang bukti kejahatan yang hebat, dia juga bukan anjing tengil layaknya Scooby Doo. Apalagi “Pitbull”, anjing yang bisa nge-rap..Hehehe..

Apa yang ditampilkan dalam film Hachiko ini adalah anjing akita biasa dengan perilaku yang luar biasa. Saya katakan luar biasa dikarenakan kesetiannya pada sang tuan yang bahkan tetap eksis hingga tuannya meninggal dunia. Setiap hari, Hachiko dengan sabarnya menunggu di tempat dan lokasi yang sama di stasiun kereta api tempat tuannya, Professor Wilson, pulang kerja. Sungguh cerita yang sangat mengharukan.

Film ini tidak menampilkan dialog sang anjing sama sekali, yang ditekankan di sini justru bagaimana “feeling” sang anjing, feel akan sense of love and belongingness. Sesekali ditampilkan pov dari anjing lengkap dengan raut mukanya yang sangat menyentuh hati. Diiringi backsound instrumental yang lembut, jalan cerita yang ringan, membuat film ini layak ditonton bagi semua anggota keluarga. Ada nilai-nilai moral penting yang dapat kita petik di sana.

Bagi saya sendiri, Hachi mengajarkan kepada kita bagaimana sebuah kontinuitas sikap terhadap orang yang kita cintai (loyalitas). Hachi juga mengajarkan kita sebuah konsep penghambaan manusia terhadap “Tuannya”. Sebuah kontinuitas penghambaan yang dimulai bahkan dari hal-hal baik yang kecil sekalipun. (Somehow, film ini mengingatkan saya pada kisah anjing dalam “Ashabul Kahf” QS : Al-Kahf).

Ini hanyalah sebahagian kisah diantara begitu banyak kisah inspiratif yang tidak terekspos di dunia ini. Selamat menonton dan semoga dapat diambil hikmahnya…

Comments
  1. ummuhanah says:

    nice share,cuma denger cerita ini dari teman yang ikut-ikutan memberi nama kucingnya hachiko. penasaran untuk di tonton. thanks🙂

  2. silenceraloner says:

    thx juga udah visit..^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s