MALAM KEBUDAYAAN MELAYU (MKM) 2010

Posted: May 28, 2010 in budaya, ITB
Tags: , ,

Pada tanggal 16 April 2010 lalu, Unit Kebudayaan Melayu Riau (UKMR) ITB menampilkan sebuah kabaret musikal dengan tema “Titik Dengki dalam Belanga Cinta dan Kuasa”. Mengambil tempat di Aula Barat ITB, Hikayat Hangtuah yang dikemas dalam satu acara bernama Malam Kebudayaan Melayu ini menarik antusiasme massa kampus yang begitu besar. Mengingat acara sebesar ini baru pertama kali diadakan oleh unit budaya yang masih tergolong muda seperti UKMR. Acara Malam Kebudayaan Melayu ini sendiri tidak hanya diisi dengan kabaret tetapi juga diselingi dengan beberapa tarian dan tembang melayu yang tidak kalah menariknya.

Kabaret ini sendiri dilakonkan sebagai sebuah cerita seorang kakek dan cucu. Dipandu oleh Fatardhi sebagai kakek dan Adhisty sebagai cucu yang tengil, kabaret ini berlangsung sangat seru dan jauh-jauh dari kesan monoton. Selain jalan ceritanya yang diplot tidak terlalu serius, penghayatan peran tokoh-tokohnya yang dinamis dan joke-joke segar di dalamnya lumayan membuat yang hadir saat itu terhibur. Fatardhi, Disti dan kawan-kawan berhasil membuat penonton tertawa terpingkal-pingkal. Paling tidak saya..Hehe..Congrats buat kalian! Hehe..
Buat yang tidak sempat nonton, berikut penggalan ceritanya :

HANG TUAH
Hang Tuah ialah seorang pahlawan legenda bangsa Melayu pada masa pemerintahan Sultan Melaka di abad ke-15. Ia adalah seorang laksmana besar yang bertarung bersama kapalnya yang tersohor, Lancang Kuning. Bapaknya bernama Hang Mahmud dan ibunya bernama Dang Merdu.

Sejak kecil, kedua orang tua Hang Tuah sudah menemukan tanda-tanda bahwa ia kelak akan menjadi orang hebat. Pada suatu malam Hang Mahmud bermimpi melihat bulan turun dari langit. Cahayanya memancar penuh menyinari kepala Hang Tuah. Hang Mahmud yakin bahwa mimpi itu merupakan pertanda baik dan Hang Mahmud pun merasa bahagia. Lalu Hang Tuah dititipkan mengaji dari satu guru ke guru mengaji lainnya, mulai dari peranakan, Keling sampai ke guru peranakan Cina. Selain mendalami ilmu agama, Hang Tuah juga mahir berbicara dalam beberapa bahasa dari Melayu sampai bahasa Keling, Jawa, Cina, dan Portugis. Hang Tuah memiliki 5 orang sahabat (kalo saya bilang sih “Hang Five”) yaitu, Hang Jebat, Hang Kesturi, Hang Lekir, dan Hang Lekiu. Kelimanya terkenal sebagai pemuda yang kuat, tangguh, dan pemberani.

Atas kehebatan kelimanya, Raja Melaka pun mengangkat mereka sebagai anak angkatnya. Bahkan karena Raja Melaka sudah sangat percaya dengan kelimanya terutama Hang Tuah. Raja sampai meminta Hang Tuah untuk menemaninya ke Indrapura untuk meminang Tun Teja, putrid tunggal Bendahara Sri Benua yang terkenal akan kecantikannya dan kepandaiannya. Namun saying, Tun Teja yang angkuh menolak mentah lamaran dari Raja Melaka.

Atas saran patih Kermajaya, Raja Melaka yang masih kecewa atas penolakan Tun Teja akhirnya mencoba meminang Raden Galuh Mas Ayu, putrid tunggal Seri Batara Majapahit yang tidak kalah cantik dengan Tun Teja. Beruntung, Raden Galuh Mas Ayu menerima lamaran dari Raja Melaka ini. Namun tiba-tiba dating Taming Sari, seorang panglima besar yang ternyata juga menaruh hati pada Raden Galuh Mas Ayu. Pertempuran pun terjadi antara Taming Sari dengan Hang Tuah. Namun ternyata Taming Sari memiliki keris yang sangat sakti dan sebelum keris sakti itu dapat direbut, taming sari tidak akan bisa dibunuh. Dapatkah Hang Tuah merebut keris Taming Sari dan membunuhnnya?? Jangan panggil dia Hang Tuah kalo gak bisa..Hehe..

Jalan cerita lumayan kompleks, tali temali satu dengan lainnya. Sesuai dengan tema yang diangkat, konflik utama muncul akibat perebutan tahta dan wanita. Iri dan dengki menjadi latar belakang semuanya.

Dalam cerita ini pun Hang Tuah sempat difitnah berbuat tidak senonoh pada dayang kesayangan Raja Melaka, dan fitnah ini dilakukan oleh Patih Kermajaya yang iri akan kehebatan Hang Tuah yang selalu menjadi anak kesayangan Raja Melaka. Selain itu, terjadi juga pertempuran antara Hang Tuah dengan sahabatnya sendiri, yakni Hang Jebat. Pertempuran ini terjadi karena kesewenang-wenangan Hang Jebat sebagai panglima tertinggi kerajaan. Cerita pada akhirnya diakhiri dengan kemenangan di sisi Hang Tuah.

Cerita di atas hanyalah sekian dari beberapa versi hikayat Hang Tuah yang ada. Jika ditelusuri lebih lanjut, dalam literature sejarah Melayu akan ditemukan beberapa versi cerita yang sedikit berbeda atau mungkin berkebalikan tentang sejarah dan tokoh yang terlibat. Namun demikian, diharapkan apapun versi hikayatnya, tiap kita dapat mengambil hikmah di balik semua hikayat tersebut.

Lakon dan Watak
Hang Tuah : Perkasa, Wibawa, Gagah, Tak kenal takut, Pemberontak, Setia pada raja

Hang Lekiu : Pintar nyanyi, Pemberontak, Tak kenal takut

Hang Lekir : Jago silat, Pemberontak, Tak kenal takut, Kritis

Hang Kasturi : Pemalu, Lemah lembut, Tak kenal takut

Hang Jebat : Wibawa, Setia Kawan, Tak kenal takut, Sombong dan Angkuh, Pemain Wanita

Raja Malaka : Wibawa, “Doyan” wanita, Menikmati kekuasaan

Raja Majapahit : Wibawa, Arif bijaksana, Murah tawa

Tun Teja : Keayu-ayuan, Lemah lembut, Jutek, Cuek

Raden Galuh Mas Ayu : Sangat lembut, Bijaksana, Sabar

Pengawal : Kocak, Patuh dan Taat Perintah

Perompak : Sok hebat, Sok kuat, Sok menantang

Patih Kermajaya : Penjilat, Licik, Haus Kekuasaan

Datuk Bendahara : Bijaksana, Setia pada Raja, Sederhana

Dang Ratna : Lemah lembut, Penuh kasih saying, Bersahaja

Tamang Sari : Berwatak keras, Pemarah, Egois, Gampang Ditipu

Seharusnya ada kuis pesbuk,

Hang manakah Anda diantara semua “Five Hang” ??
Hang Hahahahahahahahaha (no offense..)

Fakta Menarik
1.Fatardi Rizky Andhika (STEI 08) pemeran “kakek” adalah manusia dengan prediket manusia ber-IP 4
2.Lydwina Adhisty (FTSL 09) pemeran “cucu” adalah pelatih renang saya, dunia sempit kalipun!
3.“Raden Galuh Mas Ayu”, ternyata adalah Ranny Adriana (Sipil 07), make up sama kostum menipu!
4.Pemeran “Raja Majapahit”, Rudi (Sipil 07) gak dikasi baju dalam, porno ini!! Haha..
5.Modal Tak Kenal Takutnya Hang Tuah (baca : nekat), akhirnya saya bisa berkenalan dengan “Tun Teja” pas acara PSB kemaren..Hehe..
6.Semua pendukung dan pengisi acara ini baik musik, tari, dan kabaret kalian telah memberikan performa terbaik. Dengar2 sampe ada yang harus multi-job, kasian kalian hehe..

Apresiasi budaya semacam ini harus tetap dipertahankan dan dikembangkan mengingat budaya lokal kita yang mulai terkikis oleh budaya global akhir-akhir ini. Terima kasih kepada adik-adik, seluruh anggota UKMR ITB maupun anggota-anggota unit kebudayaan melayu lainnya di luar ITB yang telah membantu mensukseskan acara ini. Kalian membuat saya bangga berdarah Melayu. Kita mestinya adalah bangsa yang tangguh. Bukan seperti paradigma sekarang, dimana Melayu cuma tentang lagu-lagu melo, cengeng, sendu dan tak mengandung nilai semangat. Lebih dari itu, sebenarnya Melayu juga memiliki nilai-nilai luhur tentang perjuangan dan semangat hidup di dalamnya. Melayu tak boleh hilang!

Katakan pada dunia dengan lantang : “ Sekali Layar Terkembang, Pantang Surut Kita ke Belakang!!

Join group UKMR ITB di sini

Comments
  1. fath says:

    curang,, bawa-bawa gelar IP… hahah

  2. silenceraloner says:

    Beuh,empunya IP 4 nya ikutan komen..^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s