“AGAMA” dalam sebuah ajang bernama PIALA DUNIA

Posted: July 4, 2010 in agama, budaya, hobby, life, love
Tags: , , ,

Psikolog menyebut gejala ini sebagai “Civil Religion”. Tentu saja agama yang saya maksud di sini bukan Agama seperti Islam, Kristen, Budha maupun Hindu. Agama yang saya maksud dalam konteks di sini adalah sebuah bentuk kepercayaan/ keyakinan terhadap sebuah timnas yang dielu-elukan dan bahkan diagung-agungkan bahwa timnas yang dimaksud akan membawa mereka para believers or followers ikut mereguk manisnya sebuah kemenangan.

“AGAMA” ini membagi manusia ke dalam beberapa kelompok agama.
Kelompok agama dengan fanatisme tersendiri.

Ada yang memuji bintang lapangannya karena memang materi skill yang dimilikinya..

Ada yang memuja bintang lapangannya layaknya “Dewa Ganteng” (biasanya wanita)

Bahkan ada yang sampai memuja bintang lapangan kesayangannya layaknya Tuhan,
Memuja mereka seperti Jakie Chan memuja “Dewa Mabuk” atau seperti Andy Lau memuja “Dewa Judi”

Padahal dalam dunia religius sebenarnya mungkin tidak segitunya kali ya??
Tidak bisa kita pungkiri, di antara umat manusia yang menjadi penonton di piala dunia, terutama Piala Dunia 2010 kali ini, masih banyak “aliran animisme dan dinamisme” yang percaya dengan mitos-mitos yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Kekalahan Raksasa-raksasa besar kandidat Juara Dunia oleh tim-tim underdog diklaim sebagai “kutukan” vuvuzela dan bahkan Jabulani yang jelas-jelas hanya sebuah benda mati. Potensi syirik terjadi di sini.

“Apakah seorang pemenang adalah seorang yang suka mencari-cari kambing hitam??”

Anehnya, “Agama Piala Dunia” yang menurut saya gak ada bedanya dengan “Agama KTP” ini mempunyai sekte-sekte lagi di dalamnya. Ada aliran “Milaniyah, Juveniyah, Interiyah, MUiyah, Munceniyah, Madridniyah, Barcaniyah dsb. Liga Champion masih dibawa-bawa sampai ke even Piala Dunia rupanya.

Fenomena “sekte” dalam piala dunia semakin menggeliat ketika “Agama” yang dianut gagal menghantarkan tiap2 umat penonton merengguk nikmatnya surga kemenangan.

Ada yang pindah agama (Murtad?), ada yang menjadi penghalal segala cara untuk balas dendam (komunis) dan ada pula yang jadi penganut “Glory Hunter” (Pluralisme?). Itu hak mereka.

Yang disayangkan adalah ketika setiap “umat beragama” ini berkoar satu sama lain menghina mencaci sejadi-jadinya. Bahkan di suatu daerah di Indonesia terjadi bentrok antara pendukung “Agama Belanda” dengan “Agama Brasil”. Lah, yang main siapa yang berantem siapa?
Malu sama Agama! (kecuali kalo memang ateis).

“Are you losing your religion dude??, Losing all of your mind and heart??”
C’mon. It’s just a game!!

(question for myself)

Agama dalam artian sebenarnya mengajarkan kita untuk jujur, menghargai satu sama lain, toleransi dan menjadi orang yang bermanfaat bagi seluruh alam.

Lantas kita mau menyalahartikan “Agama Piala Dunia” ini sebagai ajang mengusik nilai luhur Agama sesungguhnya?. Padahal jika dikaji lebih lanjut, ada nilai yang jauh lebih penting dari sekedar MENANG. Ada nilai sportivitas (fair play), ada nilai persaudaraan (No Racism/ No SARA), ada nilai kejujuran, ada nilai semangat juang dan begitu banyak nilai tidak tersurat lainnya.

Jangan sampai karena hasil pertandingan semata, kita sebagai umat beragama ini terpecah, tidak dapat esensi dari arti KEMENANGAN itu sendiri.

“Apakah kita orang-orang yang menuju kemenangan??”

Mari kita renungkan dalam diri masing2.
Saya sendiri adalah penganut monoteisme, percaya satu figur, dan tidak meyakini adanya “Agama Sipil” yang lebih bagus ketimbang Jerman..Salam Perdamaian dululah!! Hehe..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s