Bom Buku

Posted: March 19, 2011 in berita, life
Tags:

Hari Kamis, 18 Maret 2011 kemaren menjadi “hari naas” bagi saya. Saya menjadi korban tak berdosa dari tindakan orang-orang yang ingin mengobok-obok stabilitas keamanan di negeri ini.

Baiklah begini ceritanya,
Adalah saya orang yang sore itu ingin membeli berbagai keperluan sehari-harinya. Sayapun memilih Bandung Indah Plaza, tepatnya Hypermart sebagai tujuan belanja saya ini. Setelah memilih-milih kebutuhan yang ingin dibeli, sayapun menyudahi sesi belanja tersebut untuk lantas kemudian makan bakso kaget (depan gramedia) sambil melepas kepenatan. Menjelang Magrib, saya menyempatkan diri ke Toko Buku Gramedia dan membeli beberapa buku.

Nah, tepat saat adzan maghrib berkumandang, sayapun memilih sebuah masjid yang ada di jalan purnawarman (maaf tidak bisa saya sebutkan namanya) untuk menunaikan shalat maghrib senja itu. Ketika akan mengambil wudhu, saya menaruh barang saya tidak jauh dari tempat saya mengambil wudhu. Sekitar 1 meter di sebelah kanan saya.

Nah, ketika saya berwudhu inilah terjadi peristiwa naas yang saya maksud. Sekonyong-konyong datang seorang pria yang dengan sifat defensifnya mengecek bungkusan saya seenak perutnya.., terakhir saya ketahui pria tersebut ternyata adalah penjaga di masjid tersebut. Okeh, saya tidak berbuat apa-apa. Saya menyadari bahwa ini adalah konsekuensi logis dari semua peristiwa ledakan bom buku di negeri kita ini. Sampai saya masuk ke dalam untuk shalat berjamaah, saya masih melihat tatapan curiga dari pria tersebut. Jujur, semua perlakuan yang saya terima hari ini telah mengurangi konsentrasi saya dalam beribadah.
Selamat kepada “man behind the gun” semua kejadian bom buku ini. Anda berhasil memecah konsentrasi publik untuk saling menaruh curiga satu sama lain. Membuyarkan fokus mereka pada apa yang seharusnya juga turut menjadi perhatian mereka.

Di sini tangan saya memang tidak putus, saya bahkan tidak mengalami luka fisis. Lebih daripada itu, saya mengalami luka psikis yang jauh lebih lama terasa sakitnya. Lantas bagaimana nasib bangsa ini ke depan??
Jalur dialog tak lagi menjadi solusi. Membungkam “musuh” dengan menyerang individu maupun komunitas besar masyarakat, menggiring opini rakyat ke dalam kondisi chaos, di mana dalam kondisi ini rakyat akan mengandalkan satu entitas, yang kelak ketika entitas tersebut tampil sebagai hero, paling tidak masyarakat bisa melupakan dosa sang hero tersebut. Menghapus dosa kok dengan dosa? Gak kreatif…ini cara-cara lama. Nenek saya yang ga tamat sekolah rakyat juga bisa kalo ini mah..Tidak cerdas!!

Well, saya akhiri opini ini. Saya bukan siapa-siapa dan tidak ada kepentingan apa-apa. Saya tidak bermaksud menangguk hits dengan menjadi blog yang “terdepan mengabarkan” namun tidak dapat mempertanggungjawabkan isu yang telah digulirkan. Saya hanya berharap, semoga masyarakat Indonesia ke depan senantiasa menanggapi suatu kejadian dengan tetap berkepala dingin. Jangan larut dalam kondisi yang diinginkan pelaku chaos!. Jangan lagi ada korban-mengorbankan!!. Mari kita saling mengintrospeksi diri!

PS : Buat Ninis, sory saya ga maksud bohong..hehe (blum april mop juga)
Pic Source

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s