Pemimpin

Posted: March 22, 2011 in budaya
Tags:

Kalo bicara pemimpin, ga akan selesai dalam berapa kali postingan sekalipun, terkait definisi, jenis, dan berbagai dinamika dalam kepemimpinan, pembaca sekalian mungkin jauh lebih mengetahui banyak ketimbang saya (awak cuma kaleng2nya aja kakak), kalopun tidak..ada Mbah Gugel tempat minta wangsit..Hehe
Dalam kesempatan kali ini saya coba berbagi sebuah ceramah yang pernah saya dengar kepada pembaca sekalian..


Suatu waktu saat Sayyidina Abu Bakar diangkat menjadi khalifah, beliau berkata begini : “Wahai saudara-saudaraku, sesungguhnya aku telah ditunjuk untuk memimpin kalian, sementara aku bukanlah yang terbaik diantara kalian. Jika aku benar maka ikutilah, dan jika aku salah maka benarkanlah..”

Saat itu juga, Sayyidina Umar lantas menyahut : “Hei Abu Bakar, aku akan menegurmu dengan pedangku!!”

Dari sini jelas terlihat bahwa posisi pemimpin adalah amanah yang tanggung jawabnya luar biasa besar, sehingga menjadi pemimpin bukanlah sekedar memangku jabatan, tetapi juga memikul amanah banyak orang yang dipimpinnya. Tidak ada kata main-main di sini!

Sosok pemimpin sendiri memang tidak melulu yang terbaik kapasitas diantara yang lain, akan tetapi sosok pemimpin justru adalah orang yang senantiasa mengimprovisasi diri untuk kemajuan bangsanya.

Dalam kisah ini ( yang notabenenya bukan negara demokrasi) Abu Bakar bahkan dengan rela minta dikritik, jika dia memang salah..beda kan sama kondisi sekarang?? Dikritik malah dianggap offense..akhirnya lahirlah tokoh2 seperti Khadafi.

Masalah serupa lagaknya juga dialami bangsa kita ini (yang katanya negara demokrasi ni ya..), tekan menekan pemikiran sudah bukan permasalahan baru. Sudut menyudutkan dalam mode “Ad-hominem” sudah jadi budaya. Cukup membuat suatu skenario untuk menghancurkan kredibilitas sang tokoh dengan pemikiran yang bersebrangan, lantas “si kawan” ini kehilangan asas kebermanfaatan nya di sosial dan masyarakat, yang terlanjur menjudge kepada personal dan bukan konsep yang diusungnya…Yah, ini kisah lama dan akan diulang oleh generasi pembaharu yang ternyata tidak benar2 baru..Seperti orang2 bilang : “Sejarah Berulang…” (mungkin ini fungsi penjaga nilai) gataulah, ngerti apa saya dengan kemahasiswaan?? -_-

Nah, jadi opsinya apa? Kita hanya akan jadi bangsa yang bertahan pada satu kondisi? Kapan majunya kalo begini? Berkembang saja tidak..toh gerak di tempat. Dikritik dikit kebakaran..lahirlah pemerintah-pemerintah nan cengeng, yang karena kecengengan (bukan kecengan) ini akhirnya difollow sampai ke sel-sel terkecil stakeholder di negara ini. Kemudian lahirlah warga-warga dengan mental cengeng. Yang, tidak siap dengan tantangan global ke depan…sementara roda jaman terus berputar. Dia tidak akan menunggu untuk menggilas yang tak mampu bertahan.

Yang saya tanyakan adalah dimana fungsi agen2 perubahan?? Siapakah agen2 perubahan itu kini??

Yah, inilah uneg2 saya sembari menunggu magrib. Ndak ada hebatnya saya “berkoar-koar” macam ini,toh saya berada di pihak pengamat.

Sebagai contoh : Saya berteriak “Hentikan Korupsi, turunkan harga!!” (cem tritura aja..)
Di sini saya bisa berteriak demikian karena saya tidak dihadapkan pada kondisi yang memungkinkan saya menjadi korupsi. Alangkah mulianya justru ketika yang berteriak adalah Pejabat yang punya kans besar, tetapi lantas dia tidak korupsi dan justru menggalakkan perang terhadap korupsi. (Asumsi bukan politik pencitraan)

Ah, sudah..ranah politik selalu membuat saya kehilangan nafsu makan. Saya aja makan susah, boro2 mikirin makan rakyat 200 juta. Semoga Bapak-ibu pejabat yang baca ini terketuk hatinya..anggaplah ini sedikit curhat dari rakyat yang klean pimpin🙂

Pic Source
Ps:Ditulis tanpa ditunggangi kepentingan parpol maupun golongan manapun, hanya opini liar mahasiswa biasa bukan perkataan orang suci.

Comments
  1. Tanagekeo says:

    Bicara tentang pemimpin berbasis kotbah dan kitab suci menyejukkan. Fakta beda bicara.Ternyata ketika menjalankannya jauh langit dari bumi. Maka teriakan keadilan laksana doa dari manusia lemah menghadap Allah yang berjarak tempat dan waktu tak terukur.

    Tidak usah kecil hati. Tanah suci dengan monarki absolut pun berkroni korup. Di sana juga tak boleh banyak bicara. Raja berkuasa. Lihat saja kegiatan oposisi yang berusaha mendirikan partai di Arab Saudi langsung dibekap dan dibekuk.

    Aksi tukang sayur gerobak dorongan Tunisia memberi inspirasi. Afrika dan Timur Tengah kena imbas. Arab Saudi saja takut, China negara surplus devisa cemas, Korea Utara tutup jendela informasi.

    Indonesia bukan negara luar angkasa. Kita kecewa, kita berharap dan berharap lalu kecewa dan mengeritik pemimpin kita. Karena kita ada dalam bulatan bumi. Kita pasti belajar dari Tunisia, Mesir dan Libya yang kemapanannya digoyang dan diluluhlantakan bagai gempa dan tsunami negeri Sakura.

  2. silenceraloner says:

    Hmm..ulasan menarik Mas/Mbak Tanagakeo. Kalo berbicara dengan basis kitab suci, boleh dibilang kita berbicara dalam tataran ideal. Betul seperti yg disebut di atas, Tanah Suci saja yang Monarki Absolut pun berkroni dan korup..>>perlu di garisbawahi bahwa Pemerintahan Tanah Suci sekarang..bukanlah bentuk pemerintahan yang pernah diajarkan dan dicontohkan Muhammad sekalipun. Justru beberapa bangsa Arab kini >> yg konon bahasanya sama dengan bahasa Kitab suci, bisa demikian tercampak jauh dari ajaran kitab suci..mereka menjadi maniak kekuasaan dan cinta harta duniawi. Jadi justru memang sudah jauh api dari panggang..sudah jauh dari role model yg telah dijelaskan “Manual Book” sejak awal..

    Nah, untuk di Indonesia, saya tidak tahu Anda Muslim atau tidak. Hanya saja, ketika kita dihadapkan kepada negara dengan berbagai agama seperti ini…tidak ada salahnya agama memberikan sedikit sumbangan moril terhadap keberlangsungan bangsa. Atau dengan kata lain tidak lantas memisahkan Agama dari sendi2 kehidupan.., Ini opini saya yang jujur, belum bisa saya berikan bentuk rampungnya.

    Btw, thx udah comment dan udah share.., saya sangat2 menghargainya..:)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s