Serigala

Posted: March 28, 2011 in life
Tags:

Agar masuk ke dalam frame Ilmu Pengetahuan saya akan mencoba sedikit mengambil sebuah teori sosiologi, dari seorang yang sama emaknya dulu dinamai Thomas Hobbes (1588-1679)🙂

Dalam bukunya yg berjudul “Leviathan” menjelaskan bahwa :

“Pada mulanya manusia itu hidup dalam suasana takut. Manusia satu dengan yang lainnya beranggapan sebagai seekor serigala yang buas, yang tiada hentinya berperang.”

Hobbes menyebut suasana masyarakat seperti ini sebagai Homo Homini Lupus, yang artinya Manusia merupakan serigala terhadap manusia lain. Konsekuensinya masyarakat tak pernah berada dalam keadaan tenang. Untuk itu maka anggota masyarakat pada umumnya waktu itu mulai mengadakan semacam perjanjian masyarakat yang didasarkan pada tujuan pengamanan hubungan manusia agar tidak menganggap yang lainnya sebagai musuh dan obyek kepentingan semata. (Saya kutip sebahagian dari Sosiologi : Skematika, Teori. dan Terapan, Abdulsyani)

Nah, pada kondisi basic..insting saling mengalahkan sudah menjadi naluri manusia untuk bertahan hidup. Namun jika terus2an begini, habis tiket masuk neraka Mas Bro..disebabkan kita semua pada suudzhon satu sama lain..Btw, HTM nya berapa ya?

Masyarakat sadar akan ini dan lantas kemudian membentuk norma2 sosial dan norma hukum. Tujuannya tak lain dan tak bukan menciptakan “Sense of Order” di masyarakat.

Waktu terus berputar, berbagai kepentingan pribadi dan golongan kemudian melunturkan komitmen yang bahkan belum terwarnai dengan sempurna ini. Supremasi hukum acakadut menyebabkan masyarakat kehilangan kepercayaan (trust) pada wali amanat masyarakat. Penyalahgunaan kekuasaan oleh orang2 yang berpower telah menyebabkan masyarakat kembali kepada kondisi basic. Mereka membentuk their own rule, membentuk hukum rimba yang dilandasi semangat “Sense of Freedom”. Taulah bagaimana sistem yang berlandaskan sakit hati ini. Mereka akan menghukum apa yang dapat mereka hukum, sebagai pelampiasan atas ketidakpuasan kinerja kekuasaan yang menaungi hukum (Sense of Freedom over Sense of Order).

Pada akhirnya saya cuma mau mengajak kita semua, untuk mencoba melihat jernih. Manakah serigala yang memangsa satu sama lain. Manakah kucing yang menggendong anaknya dengan gigitan kasih sayang..

Itupun kalo kita (yang katanya binatang berakal pikiran ini) mau melihat pada binatang yang katanya hanya dikendalikan nafsu ini. Kita selalu punya pilihan..

Pic Source

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s