Puasa

Posted: March 31, 2011 in life


Salah satu hakikat puasa adalah komitmen untuk menahan diri dari segala hal yang membatalkan puasa, baik itu haus lapar dahaga , maupun hawa nafsu. Nah, bagi yang merasa Facebook membuat emosi kamu labil dan meledak-ledak..ada baiknya berpuasa (Facebook) barang sehari-atau dua hari.

Selain kita terhindar dari esmosi berlebihan kita juga terlindungi dari “Kepo” terhadap temen2 cewe yang berpose menantang..(hehe)

Susah sih kadang..tapi kalo mau bisa kok. Semoga bermanfaat🙂

PicSource : Ada di Gambar

Comments
  1. Sayangnya mayoritas pengguna facebook relatif banyak bang,,, untuk bermacam2 tujuan,,,termasuk berita akademis dan perkuliahn…
    mencoba sehari berpuasa dari facebook serasa sehari ketinggalan berita *lebay* haha…
    kalo masalah emosi sih,, di remove aja temen yang bikin emosi bang,,,
    hehehe

  2. silenceraloner says:

    Di sini ada kekhususan “bagi yang merasa”..kalo kuat, yah lanjut aja. Jangan membatasi diri juga..,

    Soal meremove orang..itu ga etis dan merusak hubungan silaturahmi juga kan?😀

  3. bukankah silaturahmi yang baik itu silaturahmi yang tidak merusak emosi bang,,,

    sekarang bukan masalah silaturahminya yang gak etis,,,
    melainkan emosinya ^.^ …

    dalam mengelola dan mengekspresikan emosi harus faham bahwa setiap tindakan akan ada konsekuensinya…

    #sedikit pemikiran jangka pendek saya bg ^.^

  4. silenceraloner says:

    Ada baiknya tidak menyalahkan kondisi.., dalam hal ini lingkungan dan orang lain, dalam rangka memenuhi kebutuhan diri sendiri akan “zona nyaman”. Selalu introspeksi diri atau kalo perlu mencecar diri terkadang jauh lebih baik daripada mencecar orang lain..

    Ketika diri sudah terkuasai dengan penuh..tak ada lagi yang tak dapat dikuasai dengan seizin Tuhan.

    Btw, setiap orang punya caranya..saya hanya memberikan pandangan subjektif saya..🙂

  5. baiklah bg,, sudut pandang yang berbeda untuk sekarang ini jadi ambang batas sebuah pemikiran ,,,
    begitu juga dengan cara menyikapi,, baik atau buruknya hanya sang pencipta yang tahu … 😀 …
    btw nice post n nice comment bg… memang bentuk keteraturan sebuah pemikiran perlu jadi suatu pegangan untuk sebuah ketetapan subjektifitas…dan tidak ada subjek lain yang bisa mendominasi hal itu…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s