Ceri(TA) Saya 2

Posted: April 9, 2011 in civil engineering
Tags:

Strategi Keselamatan Jalan


Mas Bro dan Mbak Sis sekalian, kebetulan sekali saya sedang melakukan riset Tugas Akhir terkait aspek keselamatan di jalan tol, maka dari itu pada kesempatan ini saya ingin sedikit berbagi, terkait topik riset saya ini. Meskipun sepintas antara jalan tol dan jalan raya terdapat beberapa perbedaan, paling tidak strategi yang akan saya jabarkan di bawah ini diharapkan mampu merangkul kedua jenis jalan tersebut.

Secara garis besar, ada 5 kategori besar dalam strategi keselamatan jalan (Trinca et al, 1988):

1. Kontrol Eksposur (Exposure Control)
Strategi ini menekankan regulasi terkait sistem transportasi, meliputi penyedian sarana transportasi massal berbasis keselamatan, pembatasan kecepatan, pembatasan usia penerima SIM, pembatasan kadar alkohol dalam darah pengemudi, dan lain sebagainya. Jika melihat ruang lingkup strateginya, kontrol eksposur masuk ke dalam “ranah kekuasaan “pemerintah sebagai regulator yang berwenang mengaturnya.

2.Pencegahan Kecelakaan (Accident Prevention)
Pencegahan kecelakaan yang dimaksud di sini menekankan pada aspek jalan itu sendiri sebagai prasarana transportasi. Desain geometrik dan fitur jalan yang baik, tentunya akan memberikan kontribusi keselamatan yang baik bagi para pengguna jalan tol tersebut. Sebagai buktinya adalah jalan tol, sejumlah literatur menyebutkan bahwa jalan jenis ini bisa 10 kali lebih aman ketimbang jalan raya biasa. Selain itu, pencegahan kecelakaan juga dapat dilakukan dengan pendekatan terhadap perilaku pengemudi pemakai jalan.

3.Modifikasi Perilaku Pemakai Jalan (Behaviour Modification)
Pengemudi merupakan faktor dominan dalam penyebab terjadinya kecelakaan. Desain jalan terbaik sekalipun, tidak akan berpengaruh banyak jika tidak diikuti modifikasi perilaku pemakai jalan. Faktor perilaku biasanya dapat diubah dengan memberikan pendidikan, pengarahan, sosialisasi dan berbagai upaya lainnya untuk menyadarkan pemakai jalan mengenai pentingnya perilaku yang baik dalam mengemudi.

4.Pengendalian Resiko Kecelakaan (Injury Control)
Strategi ini lebih menekankan pada pengurangan resiko kecelakaan yang dapat ditanggung oleh pemakai jalan. Hal ini biasanya dilakukan dengan penerapan standar keamanan tertentu pada fitur jalan maupun kendaraan. Sebagai contoh dalam kendaraan, ada standar keamanan tertentu yang harus dipenuhi ATPM misalnya ketersedian ABS, Airbag, dan fitur-fitur keselamatan lainnya.

5.Penanganan Paska Kecelakaan (Post-injury Management)
Strategi yang terakhir menitikberatkan pada upaya medis dan rehabilitasi terhadap korban kecelakaan.Akses terhadap pelayanan medis yang tanggap dan cepat serta ketersedian tenaga medis professional menjadi salah satu program penting dalam strategi ini.

Sementara ini, mungkin baru gambaran besar saja yang bisa saya jelaskan. Pada postingan berikutnya insya Allah saya akan mencoba membahas lebih dalam tiap-tiap strategi yang ada di atas. Semoga bermanfaat.

Pic Source : gsx250.wordpress.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s