Teknis

Posted: April 11, 2011 in HMS, ITB, life

Alkisah, di sebuah Fakultas Institut (yang katanya) Terbaik Bangsa. Menghadaplah seorang mahasiswa kepada dosennya, sebut saja MM :

Mahasiswa : “Maaf Pak..saya ada perlu sebentar..”

MM : “Iya, Dek..silahkan duduk. Ada perlu apa?”

Mahasiswa : “Begini Pak, rencananya saya kan mau lulus Oktober ini..”

MM : “Iya, trus..??”

Mahasiswa : “Nah, Sayangnya saya bermasalah di satu kuliah, Pak.. yang kebetulan adalah kuliah yang bapak berikan..”

MM : “Hmm..terus?”

Mahasiswa : “Kira-kira ada kemungkinan saya bisa memperbaiki nilai saya gak ya, Pak? Tugas atau semacamnya gitu, Pak??

MM : “Kalo boleh tahu, kenapa kamu bisa gak lulus..sakit atau apa??

Mahasiswa : “Saya kebanyakan kegiatan di luar Pak..”

MM : “Wah, kalo alasannya karena itu, saya tidak bisa membantu, Dek..kalo memang tidak mengerti dengan kuliahnya, seharusnya kamu menghadap ke saya jauh-jauh sebelum nilai akhir keluar..jadi saya juga mungkin bisa bantu..”

Mahasiswa : “Gitu ya, Pak..hehe” (senyum miris)

MM : “Memangnya kamu sibuk apa??”

Mahasiswa : “bla…bla…bla…”

MM : “Ouh..bla…bla…bla juga lah kalo begitu…”

MM : “Memang cara mengajar saya jelek ya? Kemaren ikut ngisi kuesioner kan?? Kalo memang jelek, mungkin ke depannya saya akan melakukan evaluasi terhadap metode pengajaran saya..”

Mahasiswa : “Gak kok, Pak..cara mengajar bapak dengan visualilasi, sudah sangat cukup bagus menurut saya..hanya saja ketika bapak menerangkan, entah kenapa yang bisa saya tangkap hanya filosofisnya saja, Pak..”

MM : “Hmm..jadi gini ya, Dek, engineering itu adalah gabungan sains dan aplikasi, sehingga pemahaman konsep tidak akan cukup tanpa hitungan dan aplikasi teknisnya..”

Mahasiswa : “Ouh, gitu ya Pak..”

MM :”……………………………..”

Mahasiswa : “……………………”

Singkat cerita, Si Mahasiswa pun harus menunda kelulusannya,
Paling gak, saat itu Sang Dosen telah memberikan banyak pencerahan, sehingga Si Mahasiswa merasa tidak menyesal harus mengulangi mata kuliah yang sama untuk kedua kalinya. Itung-itung mengulang kaji (hiburnya di dalam hati)

Fyi, Sang Mahasiswa selalu mengalami kegagalan di mata kuliah lainnya, dengan alasan yang hampir sama. Terlalu banyak mengambil filosofis tanpa diimbangi dengan pemahaman teknis.

Buat teman-teman mahasiswa, terutama rekan sesama engineer, ada baiknya pemahaman konsep dan teknis dipahami secara berimbang agar tidak harus mengalami kejadian ‘naas’ yang sama dengan kisah mahasiswa yang ada di atas.

Kalian akan lulus sebagai Sarjana Tekni(S) dan bukan Sarjana Humaniora.

Semoga bermanfaat.. Selamat Malam🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s