Kapitalisme

Posted: April 13, 2011 in HMS, ITB, life
Tags:

Kapitalisme sepertinya bakal jadi isu yang gak akan lekang dimakan zaman. Ya, karena ini bukan isu sekedar pengalihan isu. Inilah sebuah komitmen yang perlahan tapi pasti akan menghancurkan segala hal yang tidak siap di hadapannya.

Di suatu waktu, bercakap-cakaplah 2 mahasiswa, yang satu senior (S), yang satu junior (J), begini percakapannya :

J : “Bang, mau nanya tentang kapitalisme boleh, Gak?”

S: “Duh..apa itu kapitalisme, Dek? Kok kayanya baru dengar aku…”

J : “Ah, abang gak asik nih..”

S : “Cemana aku mau ngejelasin sesuatu yang gak ada di kamus aku..coba lah kasi gambaran dulu apa itu kapitalisme sama abang kau ini..”

J :”Jadi kapitalisme itu kasarnya adalah sebuah sistem ekonomi Bang, di mana sang pemilik modal berhak mengembangkan modal pribadinya sebesar-besarnya..”

S : “Ouw, baru tau aku..jadi gitu ya,Dek..lantas apa yang salah dengan kapitalisme??”

J : “Ya, di sini bakal terjadi persaingan yang tidak sehat Bang, di mana yang kaya akan tambah kaya, yang miskin akan tambah miskin..”

S : “Jadi yang salah sistem ekonomi nya??”

J : “Kalo menurutku ya begitu, Bang..negara-negara kapitalis membuat negara kita menjadi pundi-pundi tempat menyedot kekayaan buat mereka sendiri..”

S : “Hmm, oke..agak mulai ngerti aku sekarang. Sebelum kau memandang jauh ke depan, Dek, aku mau coba kau renungkan satu hal..jangan sampai pula bersin2 itu penduduk satu negara karena kita omongin..”

J : “Apa itu, Bang?”

S : “Sebelum kau melihat ke sistem ekonomi, aku ingin coba kau melihat sisi lain selain sebuah sudut pandang ekonomi…, Coba kita lihat diri kita sendiri ‘yang katanya’ korban kapitalisme ini.. coba kau lihat bagaimana pergaulan di kampus tercinta kita ini? Ada yang salah gak menurut kau??”

J : “Gak ada Bang, maksud abang apa ya??”

S : “Oke, sesuai dengan konsep kau tadi, akan aku coba modifikasi dengan caraku..1. ‘Yang bodoh tambah bodoh, yang pintar tambah pintar’ 2. ‘Yang gaul tambah gaul, yang kuper tambah kuper’ 3. ‘Yang alim tambah alim, yang bejat tambah bejat’ dan banyak lagi..sekarang sebelum menyalahkan sebuah sistem ekonomi, aku ingin melihat di mata-mata kalian yang tajam ini, apakah hal seperti ini pernah terlintas di benak kalian?”

J : “Hmm..benar sih Bang, tapi kan kembali ke individu dan kesadaran masing2..”

S : “Apa bedanya sama sistem kapitalis kalau begitu??”

J : “Hmm, Ruang lingkupnya lah Bang..”

S : “Nah, jika memang tidak ingin menyalahkan sistem, maka coba mulai benahi dulu dari hal2 kecil seperti ini..mulailah dari hal-hal terkecil di sekitar kita”
(Si Senior lagaknya cem ngerti aja dia ngomong begitu)

J : “Hmm..iya juga ya Bang..hmm..”

S : “Hmm, Apa lagi?” (jumawa dikit)
J : “Btw, Kalo boleh melihat jauh lebih dekat lagi ni ya, Bang, sepertinya aku melihat benih2 kapitalisme di sini, Bang..” (Si Super-Junior ini mulai pasang senyum setan, hawa-hawa nya mulai gak enak..)

S : “Di mana-di mana??” (biasa..,kepo)

J : “Di sepatu abang itu..itu kan produk2 kapitalis, Bang..hehe ” (nyepet tingkat tinggi)

S : “Jadi gitu, Ok..Ku kasih tau kau satu hal ya, Dek..kenapa itu produk kapitalis aku taruh di kakiku?, Ya itu karena aku gak mau diinjak-injak oleh kapitalisme, Dek. Aku lah yang harusnya menginjak-injak sistem kapitalisme itu..”
(Senior selalu gak mau kalah, dengan jawaban yang mungkin saja baru ia pikirkan 5 detik yang lalu..)

J : “Ouw..” (kepala so pasti udah cenat-cenut, mikirin agresi selanjutnya, kondisi yang paling gak, membuat senior bangga, melihat ada adiknya yang kritis seperti itu..hehe )

Semoga Bermanfaat..
Pic Source

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s