Dengar tidak Mendengar

Posted: August 11, 2011 in agama, life, love, Ndak Jelas (Blurry)

Di masa lalu di suatu tempat yang tidak terdefinisikan :

K : “Cuk..cuk (bukan Jancuk), Kamu tahu gak, Cuk??”

C : “Tahu apa, Kek?” (kepo)

Tahu Gejrot!!!

K : “Manusia yang hidup di dunia ini tidak pernah mendengar pekik tangis orang yang di kubur…” (nada serius)

C : “Lantas apa, Kek??” (penasaran)

K : ” Makanya, Cuk.. banyak orang yang bertindak di dunia ini seolah ia tidak akan pernah mati dan akan hidup selamanya..” (elus2 jenggot)

C : “Ouw, gitu ya Kek..” (ngangguk-ngangguk)

K : “Kamu ngangguk-ngangguk memangnya mengerti gitu..??”

C : “Ga semengerti Kakek sih…cuma terlalu lebay aja menurut aku, Kek.. kalo semua manusia bisa mendengar pekik tangis orang yang dikubur..”

K : “Lebay kenapa memang.??” (gantian si kakek yang kepo)

C : “Pekik tangis saudaranya yang masih hidup di dunia saja belum tentu didengar Kek, boro-boro yang uda mati..” (U_U!)

K : “Hmm, bener juga ya…” (sekarang kakeknya garuk-garuk kepala..)

C : “Ah, aku pergi maen dulu ya, Kek..”

K : “Iya, hati-hati ya, Cuk…” (tiba2 menjadi galau)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s