Uhm..kenapa saya pilih Ninja?? Kenapa gak CBR, satria FU, tiger, scorpio, vixion atau yang lainnya??
Sebenarnya tidak alasan spesifik untuk pertanyaan yang satu ini, malahan dulu saya gak kepikiran sama sekali buat make motor di tanah rantau Bandung ini, justru saya kepengennya cuma beli sepeda untuk memenuhi kebutuhan transportasi kosan-kampus . Maklumlah, mahasiwa jenis kupu-kupu, kerjanya KUliah PUlang-KUliah PUlang. Tapi seiring berjalannya waktu akhirnya niat itu pupus juga..,Yah, yang namanya manusia berpikir dan bergerak dinamis toh ( red : labil), saya satu menit yang lalu seperti tidak ada korelasinya dengan saya satu menit ke depannya lagi..,jadilah sekarang saya seorang Ninja Rider di kancah dunia per-biker-an ini.. hahahahaha..Macam keren aja awak ni!
Well, sebenarnya saya sangat tertarik dengan imej Ninja (setelah Wiro Sableng dan Jaka Gledek tentunya).., sosok pembunuh berdarah dingin, pembunuh tanpa perasaan yang hidup di balik layar serta bayang-bayang, dan memiliki identitas serta kehidupan yang tidak terekspos sama sekali. Sosok misterius inilah yang kemudian akhirnya meracuni saya untuk memilih motor ini (red:korban film).

Klik serba-serbi ninja disini
Alasan di atas sepertinya terlalu berlebihan, saya tidak se-psycho itu kok. Saya jauh lebih psycho dari yang Anda tahu..Wkwkwkwkwkwkw..
Ok, kembali ke motor. Untuk standar ATPM, Ninja RR sepertinya boleh sombong. Motor ini adalah motor sport terkencang di jalan raya versi produksi dan rakitan Indonesia saat ini (Top speed tembus 200 km/jam). Tapi tentu saja di atas langit masih ada langit, motor ini hanyalah baby dari semua saudara klan Ninja-nya. Dengan mesin 150 CC 2 tak, Ninja RR menjadi Ninja dengan mesin paling cute yang pernah ada..Hehe..Belum lagi motorsport-motorsport non-Kawasaki yang juga memiliki produk gak kalah bagusnya di luaran sana. Whateverlah..sesama biker ga boleh saling mengina toh..^^
Untuk warna sendiri, saya memilih warna Dark Blue.. warna baru memang selain warna Hijau, Merah, dan Hitam yang sudah ada..(sebenarnya juga ada warna orange, silver, sama biru langit untuk produk tahun2 sebelumnya baik pada RR maupun versi Thailand ZX-R). Awalnya saya tertarik dengan warna hitam dan hijau Moto GP, tapi berhubung kedua warna tersebut yang make sepertinya sudah banyak, akhirnya pilihan jatuh kepada warna Dark Blue ini. Kalo boleh berfilosofi, maka warna biru-kehitam2an yang ada pada motor ini saya artikan sebagai sebuah keharusan untuk beradaptasi terhadap lingkungan. Pada malam hari warnanya akan terlihat sama hitamnya seperti malam, pada siang hari dia akan berwarna biru, warna air, warna yang mestinya memberikan kesejukan buat lingkungan sekitarnya..Ngaco?? Ah, namanya juga filosofi toh..Haha..(warna lain no offense ya, sama2 kerennya kok!)




Filosofi warna lainnya menurut saya :
Warna Merah = Berani, Pantang menyerah
Warna Hitam = Dingin, tegas
Warna Hijau = kalo bahasa gaulnya ni ya..Ninja beut dah!!^^
Tiga bulan sudah saya jajaki bersama Nina, Eh,Ninja maksudnya..panas, hujan, badai sudah kami terjang bersama, So far belum ada masalah berarti. Paling mesin sempat rewel pas dibawa boncengan melintasi jalanan ke arah Ciwidey yang menanjak (karena masi inreyen sepertinya), sering overheat kalo terjebak macet. Selebihnya saya sangat puas dengan performa Ninja RR.
Langsung masuk ke suka dan duka (gak suka):
Sukanya :
1. Ninja RR tarikannya yahud, larinya juga lumayan kencang (saya baru berani 140/200 km/jam).
2. Kalo berhenti di lampu merah suka grogi, sering jadi pusat perhatian (jadi malu..)
3. Kata orang2 bisa nambah kegantengan lebih dari 50 persen (kata orang lo ya..Hehe..)
Gak sukanya :
1. Tipikal 2 tak, boros bahan bakar dan mesti minum oli samping
2. Mesin nya kurang cocok buat di pake buat kondisi macet dalam waktu lama, mesin gampang panas.
3. Sering ditantangin balapan sama motor lain di jalan, butuh kesabaran tinggi untuk bersikap dewasa di jalan.
4. Rider Ninja suka dikira songong..padahal ridernya boleh jadi remaja masjid (bunyinya emang ngajak ribut..Haha..)
5. Kalo markir mesti hati-hati, bodinya yang bongsor dan berfairing rawan baret.
6. Manuver di jalan sempit lumayan ribet.
7. Superkipsnya suka bikin nafsu buat narik gas naik, naik dan terus naik..Gasnya seperti gak ada habisnya walau dibejek sampe 7 putaran gas..wkwkwkwkwk..
8. Gak sukanya kalo ada yang nanya,”Motornya udah keren, boncengers-nya mana??” (saya rasa pertanyaan ini opsional).
Saya rasa cukup sekian kisah Saya dan Ninja. Pesan sponsor :
- Tidak ada kebanggaan tanpa upaya yang lahir dari keringat sendiri. Ngapain sombong make Ninja kalo dapatnya juga dari ortu. Even, beli Ninja pake duit sendiri juga kita gak berhak sombong toh?? Semua hanyalah titipan-Nya, So berusahalah make ni motor sewajarnya.
Mau kebut-kebutan di sirkuit tempatnya, di jalan raya perhatikan keselamatan diri dan orang lain.
Ingat keluarga, anak, dan istri menunggu di rumah!! (yang terakhir pesan pemerintah..)
- “Before 7th, it’s maybe nothing..after 7th it’s an Assassin”
- Kalo anda pikir judul di atas terinspirasi dari sebuah film box office yang agak sedikit disturbing beberapa waktu yang lalu..maka Anda benar. Ninja RR dan bahkan motor lain sekalipun berpotensi menjadi pembunuh (Assassin) yang sadis bagi diri kita. So, tetap safety riding, patuhi rambu-rambu dan respek pengguna kendaraan lainnya.
- pesan terakhir, kalo berpapasan klakson saya ya..Hehe..
Yang baru komat-kamit